Setiap insan di muka bumi ini, siapaun dia, apapun kedudukan dan profesi…
Baca selengkapnyaHakikat Kehidupan Dunia Bismillah.. Sekilas kehidupan dunia ini tampa…
Baca selengkapnyaMenurut Imam Al-Ghazali, telah diriwayatkan dari sebagian ulama salaf bah…
Baca selengkapnya“Tutup Allah itu terbagi menjadi dua, yakni tutup dari maksiat, dan tutup…
Baca selengkapnyaAbu Ali Ad-Daqqaq rahimahullah mengatakan, "Barangsiapa menghiasi di…
Baca selengkapnyaSyekh Abdul Qadir Al-Jailani menulis surat kepada sahabatnya: "Sah…
Baca selengkapnyaAllah SWT berfirman, “Dan Kami lebih dekat padanya dari pada urat leherny…
Baca selengkapnyaAllah SWT berfirman: “Wahai manusia! Dunia adalah rumah bagi orang-oran…
Baca selengkapnyaSyekh Abdul Qadir Al-Jailani qaddasallahu sirrahu, memberi nasihat kepada…
Baca selengkapnyaSyekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Allah Azza wa Jalla telah men…
Baca selengkapnyaSyekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan: "Jika engkau masih merasa t…
Baca selengkapnyaSyekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Janganlah memilih untuk menarik…
Baca selengkapnyaHendaknya engkau mencintai Allah SWT. sehingga Allah SWT lebih engkau cinta…
Baca selengkapnyaKetahuilah bahwa inti kecintaan adalah ma’rifah dan hasilnya adalah musyaha…
Baca selengkapnyaSyekh Abdul-Qadir Al-Jailani mengatakan, “Jika engkau melihat dunia berad…
Baca selengkapnyaﻛﻦ ﺭﺟﻼ ﺭﺟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺮﻱ ﻭﻫﻤﺘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺮﻳﺎ
“Jadilah seseorang yang kakinya menetap di bumi, akan tetapi cita-citanya setinggi Bintang Tsurayya”

Jika kau yakin Cinta akan mengilhamimu dengan kebahagiaan, maka yakinlah bahwa lara itu hanyalah sebatas duri.
"Belum dikatakan Cinta sebelum kulit menempel pada tulang dan melemah suaramu hingga tak kuasa menjawab panggilan orang."
Lalu, sudahkah kita mencintai ALLAH SWT dan Rasulullah SAW dengan Cinta yang seperti itu dalamnya? Ataukah, pernyataan Cinta kita kepada-Nya hanyalah Cinta sebatas kata? Renungkanlah, wahai Hamba ALLAH...!
“Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang ummat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.”
“Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan. Bahkan para pejuang risalahbukannya sepi dari godaan dan kefuturan. Tidak, justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari akhirnya menjadi adaptasi, dan rasa lelah itu sendiri akhirnya lelah untuk mencekik iman. Begitupula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.”