Asma' binti Umais berkata “Wahai Rasulullah, seorang wanita atau anak…
Baca selengkapnyaKemudian Nabi Saw. membawa masuk Sayyidah Fatimah ke rumah Sayyidina Ali …
Baca selengkapnyaPara wanita-wanita berdatangan dan masuk ke kamar Sayyidah Fatimah. Kemud…
Baca selengkapnyaPara Ummahatul Mu'minin saling berlomba-lomba.. Taukah kalian atas …
Baca selengkapnyaRasulullah menyuruh sebagian perempuan untuk mengarak Sayyidah Fatimah de…
Baca selengkapnyaAkan tetapi Nabi Saw. telah memberi kabar bahwa dunia tidak pantas untuk …
Baca selengkapnyaPersiapan yang dilakukan Sayyidah Aisyah dan sebagian iring-iringan Ummah…
Baca selengkapnyaRasulullah mengambil 1/3-nya untuk membeli minyak wangi dan sebagian digu…
Baca selengkapnyaDalam riwayat yang lain: Ketika Rasulullah berada di masjid, Rasulullah…
Baca selengkapnyaRasulullah berkata "Apa yang ada di benakmu wahai Ali ?" Sayyid…
Baca selengkapnyaKetika Sayyidah Fatimah Azzahro' mencapai usia ke-18, sebagian saha…
Baca selengkapnyaDan tinggallah Sayyidah Zainab dan putrinya Umamah di madinah. Suatu hari…
Baca selengkapnyaKetika mereka menyampaikan atas apa yang dialami Sayyidah Zainab kepada R…
Baca selengkapnyaMaka saudara Abul 'Ash dan para sahabat bertarung melawan orang-orang…
Baca selengkapnyaDatanglah saudara Abul 'Ash, maka berangkatlah Sayyidah Zainab besert…
Baca selengkapnyaMaka Sayyidah Zainab pun berangkat dengan ditemani oleh saudara Abul '…
Baca selengkapnyaBahkan mereka mengembalikan harta Abul 'Ash walau sekecil apa pun yan…
Baca selengkapnyaKenangan tersebut membuat air mata Sayyidah Fatimah mengalir, mata Sayyid…
Baca selengkapnyaMaka para sahabat menjawab "Ya Rasulullah kami akan mengembalikan ka…
Baca selengkapnyaKetika Rasulullah Saw. sedang duduk bersama sahabatnya, datanglah Amar bi…
Baca selengkapnyaﻛﻦ ﺭﺟﻼ ﺭﺟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺮﻱ ﻭﻫﻤﺘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺮﻳﺎ
“Jadilah seseorang yang kakinya menetap di bumi, akan tetapi cita-citanya setinggi Bintang Tsurayya”

Jika kau yakin Cinta akan mengilhamimu dengan kebahagiaan, maka yakinlah bahwa lara itu hanyalah sebatas duri.
"Belum dikatakan Cinta sebelum kulit menempel pada tulang dan melemah suaramu hingga tak kuasa menjawab panggilan orang."
Lalu, sudahkah kita mencintai ALLAH SWT dan Rasulullah SAW dengan Cinta yang seperti itu dalamnya? Ataukah, pernyataan Cinta kita kepada-Nya hanyalah Cinta sebatas kata? Renungkanlah, wahai Hamba ALLAH...!
“Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang ummat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.”
“Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan. Bahkan para pejuang risalahbukannya sepi dari godaan dan kefuturan. Tidak, justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari akhirnya menjadi adaptasi, dan rasa lelah itu sendiri akhirnya lelah untuk mencekik iman. Begitupula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.”